Inilah Desa di Jember yang Kembangkan Tanaman Hidroponik

Pengembagan tanaman hidroponik di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Foto:Dwi Mega Sugesti/AreaNews.id

AREANEWS.ID, Jember – Terdapat desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang mengembangkan tanaman hidroponik. Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo telah lama mengembangkan tahanan ini.

Hidroponik merupakan budidaya yang memanfaatkan dan membutuhkan air tanpa menggunakan tanah untuk memperoleh nutrisi.

Hidroponik cocok dikembangkan mereka yang tidak memiliki lahan yang luas karena tidak menggunakan tanah sebagai media tanam. Selain pemeliharaannya yang terbilang mudah, tanaman hidroponik juga memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi.

Hal inilah yang menjadi alasan pemerintah Desa Sidomulyo memberdayakan masyarakat setempat untuk pengembangan tanaman hidroponik.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pemerintah Sidomulyo akhirnya membentuk warga binaan. Masyarakat akan diberi bantuan berupa alat dan modal secara lengkap untuk menjalankan program pengembangan hidroponik.

“Kami melihat potensi besar di tanaman hidroponik ini. Selain dalam sektor ekonomi, kami ingin menjadikan tanaman hidroponik ini sebagai komoditi ketahanan pangan yang sesuai dengan salah satu program kerja kami,” kata Aji ketua BUMDES Sidomulyo saat ditemui AreaNews.id pada Senin, 16 Januari 2023.

Sampai saat ini terdapat empat lokasi yang dijadikan sebagai lokasi pengembangan tanaman hidroponik di Desa Sidomulyo. Yakni, di Dusun Krajan, Dusun Krajan Rw 9 Rt 1, Dusun Krajan Rw 8 Rt 1, serta Dusun Krajan Rw 7 Rt 1.

Total keseluruhan terdapat 20 meja (rangkaian hidroponik) di empat lokasi. Setiap meja nantinya diprediksi mampu menghasilkan sekitar empat kali lipat dari modal awal yang dikeluarkan.

Aji menambahkan, program ini nantinya akan berkelanjutan dan menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dikelolala oleh ibu-ibu PKK. Mereka menerapkan sistem bagi hasil dengan pihak BUMDES Sidomulyo.

Salah satu warga binaan pengembangan hidroponik, yakni Slamet Riyadi warga Dusun Krajan. Dia menerima bantuan dari pihak desa untuk membudidayakan tanaman hidroponik.

Slamet mengaku terbantu karena tanaman hidroponik lebih banyak peminat dan harganya juga relatif lebih mahal ketimbang yang ditanam secara konvensional.

Slamet menututrkan kendala selama menjadi petani hidroponik sampai saat ini pada pemberian nutrisi untuk tanaman.

“Kendalanya ya, kan kami masih baru mulai, jadi belum ada relasi dengan petani hidroponik di luar desa. Kadang masih bingung buat pemberian nutrisi yang pas agar tanaman lebih sehat,” Ucapnya.

 

Penulis : Dwi Sugesti Mega
Editor: Qatrunnada

Pos terkait