AREANEWS.ID, SUMENEP-Jumlah penderita campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Gubernur Jawa Timur mencapai 2.035 penderita. Dari jumlah tersebut 17 penderita meninggal dunia.
Tingginya kasus campak mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Pada Sabtu 23 Agustus, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar, Sumenep.
Kunjungan tersebut untuk memantau langsung layanan kesehatan terhadap anak-anak yang terjangkit campak. Termasuk memberikan support tenaga medis yang menangani penderita campak.
“Nakes di RSUD dr. H. Moh. Anwar sudah memberikan pelayanan yang luar biasa. Mereka tetap mengedepankan yang terbaik bagi pasien,” katanya.
Khofifah menekankan percepatan penanganan kasus campak yang harus dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. Campak tidak bisa ditumpukan hanya ke sektor kesehatan.
“Semua harus terlibat, karena dalam persoalan campak ini tidak bisa ditumpukan semua pada tenaga kesehatan, maupun dokter. Harus juga melibatkan lintas sektoral, termasuk para kepala desa masing-masing” terangnya.
Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep, dr. Anita Febriana, mengatakan bahwa tingginya penderita campak karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan.
“Campak disebabkan oleh virus. Jadi vaksinasi campak dasar dan booster sangat penting untuk mencegah penyebarannya,” katanya.
Berdasarkan data terbaru, saat ini terdapat delapan pasien anak yang dirawat di rumah sakit plat merah akibat campak. Mereka dalam keadaan stabil.
“Dua pasien sudah menunjukkan perkembangan signifikan dan dijadwalkan pulang. Kondisinya semua membaik. Insya Allah sebagian anak hari ini bisa dipulangkan,” terangnya.
Dia menambahkan, kehadiran Gubernur Jawa Timur di rumah sakit menjadi energi baru bagi tim medis. “Kami sangat berterima kasih. Semoga ini menjadi motivasi bagi kami dan memberi dorongan semangat bagi para pasien untuk cepat sembuh” tukasnya.
Penulis: R. Hidayat
Editor: Hokiyanto






