Pemkab Sumenep Siapkan Skenario Menghadai Potensi Kekeringan Akibat El Nino

AREANEWS.ID, SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mulai bersiap diri menjelang musim kemarau. Pasalnya, berdasarkan prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Potensi musim kemarau yang lebih panjang akibat fenomena El Nino mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, terutama di wilayah kepulauan yang rentan terhadap keterbatasan air bersih. Mengingat Sumenep secara administrasi terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan.

Bacaan Lainnya

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengaku telah menyiapkan langkah antisipatif untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi. Salah satu fokus utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi saat musim kemarau mencapai puncaknya.

“Tentu kami memetakan wilayah yang berpotensi terdampak dan menyiapkan skenario penanganan, termasuk distribusi air bersih,” katanya pada Rabu 22 April 2026.

Fauzi lebih lanjut menjelaskan, pihaknya membutuhkan peran serta masyarakat. Mengingat peran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi tersebut. Warga diminta lebih bijak dalam menggunakan air serta mulai melakukan langkah pencegahan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

“Penggunaan air perlu dikendalikan sejak sekarang. Selain itu, masyarakat diharapkan mulai menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan harian, khususnya di daerah yang selama ini rawan kekeringan,” katanya.

Sementara di sektor pertanian, pemerintah daerah juga mendorong petani untuk menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca yang diprediksi lebih kering. Informasi prakiraan cuaca dari BMKG diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam menentukan waktu tanam dan jenis komoditas.

“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar dampak kekeringan bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga apabila terjadi kekeringan tidak sampai kering kritis,” tukasnya.

Penulis: R. Hidayat

Editor: Hokiyanto

Pos terkait