AREANEWS.ID, SUMENEP – Pemkab Sumenep, Jawa Timur optimis pelayanan publik tetap maksimal ditengah kebijakan efisiensi. Mengingat pelayan publik sebagai salah satu indikator suksesnya pemerintah daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan bahwa kebijakan efisien dalam rangka stabilisasi ekonomi yang dilakukan Pemerintah dipastikan berdampak terhadap ruang fiscal daerah. Kekutan keuangan daerah berkurang seiring pemangkasan dibeberapa pos anggaran yang dialokasikan di APBD.
Meski demikian, Ketua DPC PDI Perjuangan ini meyakini, kebijakan efisien anggaran tidak akan menurunkan kualitas pelayanan publik bagi warganya. Bahkan, pihanya telah menyiapkan beberapa langkah supaya kinerja Pemerintahan dan pelayanan public tetap berjalan maksimal di tengah efisiensi.
”Pelayanan publik tetap yang utama. Karena, kita bertekad untuk mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, sesuai tagline Bismillah Melayani,” katanya pada Sabtu, 25 April 2026.
Bupati menyatakan, efisiensi harus dimaknai sebagai upaya penataan belanja agar lebih tepat sasaran, bukan justru mengurangi kinerja dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kebutuhan publik.
Pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, administrasi kependudukan, hingga infrastruktur harus tetap berjalan optimal meskipun pemerintah menerapkan pengendalian anggaran.
Profesionalisme paratur menjadi kunci agar efisiensi justru melahirkan inovasi dan peningkatan produktivitas, bukan sebaliknya. Pihaknya meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk lebih kreatif dan progresif dalam memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Harus lebih berinovasi lagi. Yang pasti, bagaimana harapan rakyat bisa terjawab dengan baik dan mampu memberikan pelayan maksimal,” imbuhnya.
Penulis: Hokiyanto
Editor: Qatrunnada






