AREANEWS.ID, SUMENEP – RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Jawa Timur terus memperkuat sistem validasi data pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya tuntutan layanan medis yang cepat, tepat, dan minim kesalahan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pasien sekaligus meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pengawasan mutu pelayanan guna mencegah potensi kesalahan medis akibat data yang tidak akurat.
“Rumah sakit modern tidak lagi hanya bertumpu pada kecepatan layanan, tetapi harus berdiri di atas ketepatan data sebagai dasar setiap keputusan klinis,” kata dr. Erliyati pada Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, validasi mutu merupakan bagian krusial dalam sistem pengawasan rumah sakit untuk memastikan seluruh layanan kesehatan berjalan sesuai standar.
Pengawasan tersebut mencakup prosedur medis, penggunaan alat kesehatan, sistem pelayanan, hingga hasil akhir layanan kepada pasien.
Ia menjelaskan, proses validasi dilakukan secara berkelanjutan melalui tahapan pengukuran, evaluasi, serta pembuktian agar kualitas pelayanan tetap konsisten dan aman.
“Tanpa validasi yang kuat, risiko kesalahan medis, infeksi rumah sakit, hingga kejadian tidak diharapkan dapat meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan pasien,” tegasnya.
Dalam pelatihan tersebut, sejumlah titik rawan pelayanan menjadi perhatian utama, mulai dari proses pendaftaran pasien, layanan rawat inap, tindakan operasi, hingga pemberian obat yang harus berada dalam pengawasan mutu secara ketat.
Selain itu, validasi alat kesehatan juga menjadi fokus penting guna memastikan seluruh perangkat medis bekerja secara presisi melalui proses kalibrasi dan pengujian rutin.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep juga menekankan pentingnya validasi rekam medis serta dokumentasi pelayanan sebagai dasar menjaga keakuratan laporan indikator mutu rumah sakit.
Program keselamatan pasien turut diperkuat, terutama pada aspek identifikasi pasien, pencegahan infeksi rumah sakit, serta keamanan penggunaan obat berisiko tinggi.
“Seluruh proses validasi dilakukan secara sistematis, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, analisis data, hingga tindak lanjut perbaikan terhadap setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam pelayanan,” tukasnya.
Penulis: Qatrunnada
Editor: R. Hidayat






