Pj. Bupati Bondowoso Respon Cepat Keluhan Petani

AREANEWS.ID, BONDOWOSO – Sejumlah petani di Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Jawa Timur meminta agar ada tambahan jatah pupuk untuk petani.

Permintaan itu disampaikan saat acara bertajuk Abeg Rembeg (urun rembuk, Red) bersama Pj Bupati, Dandim, dan Kapolres Bondowoso, Desa Jumpong, Kecamatan Wonosari, beberapa hari lalu.

Bacaan Lainnya

Irianto, petani asal Desa Kapuran, Kecamatan Wonosari, mengatakan bahwa jatah pupuk yang diberikan pada petani saat ini sangatlah kurang. Bahkan, jumlahnya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani. “Mohon ditambahkan pak,” ujarnya.

Senada disampaikan oleh, Pak Sun, petani asal Dusun Kopondok, Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari. Menurutnya, satu orang petani hanya diberi jatah pupuk 1,5 kwintal per hektar. Jumlah itu jauh dari kebutuhan. Faktanya, memerlukan pupuk 5 kwintal per hektar.

Karena itulah, mereka membeli kekurangan pupuk dengan harga Rp 600 ribu per kwintal. Karena jika kekurangan pupuk, maka akan berdampak pada kualitas hasil pertanian.

“Ya gimana mau minta ke kios sudah tidak dikasih lagi,” katanya.

Menanggapi ini, Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto mengatakan, tahun ini jumlah jatah pupuk petani telah ditambah menjadi 2,5 kwintal per hektar. “Per tahun ini, insyAllah bulan Juli ini,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan bantuan pupuk melalui APBD dengan jumlah total 180 ton. Dan penyalurannya akan disampaikan melalui BumDes di desa-desa. Pupuk ini akan disalurkan sekitar Juni 2024.

Berkenaan dengan pengawasan harganya, pihaknya akan mencantumkan harga di SK. “Secepatnya. Kalau bisa bulan Juni ini kenapa menunggu akhir tahun. Saya juga minta Pj Sekda untuk menganggarkan kembali,” terangnya.

Termasuk nantinya, Pemkab akan mendorong penggunaan pupuk organik pada para petani. Sebagai salah satu langkah, agar petani tak tergantung pada pupuk non organik. Termasuk, juga menjaga unsur hara tanah di Bondowoso.

Penulis. Abdur Rakib
Editor: Hokiyanto

Pos terkait