Support Budaya Diskusi Mahasiswa, Rektor UIN KHAS: Iklim Akademik yang Kuat Tidak Hanya Dibangun di Ruang Kelas

Mahasiswa saat berdiskusi di depan gedung UIN KHAS Jember. Foto:Humas UIN KHAS/AreaNews.id

AREANEWS.ID, JEMBER – Mahasiswa Universitas Islam Negeri KH. Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Jawa Timur masih mampu menjaga budaya diskusi di tengah banyaknya anak muda yang menghabiskan waktunya sia-sia dengan main gadget.

Buktinya, tiap sore hingga malam hari, mahasiswa berkumpul dengan membentuk lingkaran di halaman kampus sambil berdiskusi. Pemandangan mahasiswa duduk melingkar, membuka laptop, dan bertukar gagasan di depan Gedung Rektorat pada malam hari menjadi potret nyata tentang semangat belajar tumbuh organik di lingkungan kampus tersebut.

Bacaan Lainnya

Di bawah cahaya lampu halaman yang temaram, teras dan pelataran Gedung Rektorat berubah fungsi menjadi ruang belajar alternatif. Sejumlah kelompok mahasiswa terlihat larut dalam diskusi, mulai dari membedah materi perkuliahan, membahas isu-isu aktual, hingga mengkaji studi kasus yang berkaitan dengan persoalan masyarakat dan umat.

Aktivitas ini berlangsung tanpa sekat ruang kelas, tanpa batasan jam kuliah, dan tanpa kehadiran dosen sebagai fasilitator formal. Diskusi digelar melalui organisasi mahasiswa, teman kelas atau kelompok lainnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika perkuliahan usai. Mahasiswa justru memanfaatkan waktu di luar kelas untuk memperdalam pemahaman melalui sesi berbagi pengetahuan.

Dalam perspektif akademik, praktik ini mencerminkan tumbuhnya self-directed learning dan collaborative learning yang kuat. Hal ini merupakan dua elemen penting dalam membangun kapasitas intelektual mahasiswa di era pendidikan tinggi modern.

Pemilihan ruang terbuka seperti teras dan halaman Gedung Rektorat bukan hanya soal ketersediaan tempat, tetapi juga mencerminkan fleksibilitas dan adaptivitas mahasiswa dalam menciptakan ekosistem belajar. Mereka tidak bergantung sepenuhnya pada ruang kelas formal, melainkan mampu mengubah ruang publik kampus menjadi arena pertukaran gagasan yang hidup.

Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, Prof. Hepni, mengapresiasi terhadap iklim akademik yang berkembang di kalangan mahasiswa. Menurutnya, budaya diskusi yang hidup ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong mahasiswa untuk aktif berprestasi, baik dalam kompetisi akademik maupun non-akademik di tingkat regional, nasional hingga internasional.

“Iklim akademik yang kuat tidak hanya dibangun di ruang kelas, tetapi juga dari inisiatif mahasiswa sendiri untuk terus belajar dan berdiskusi. Ini adalah modal besar bagi pengembangan kualitas lulusan,” kata Prof. Hefni pada Kamis 30 April 2026.

Menurutnya, berkumpulnya mahasiswa sambal diskusi merepresentasikan sebuah ekosistem pembelajaran yang sehat. Di tengah arus distraksi digital dan budaya instan, mahasiswa UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember justru memilih jalan yang tidak mudah dengan memperkuat tradisi intelektual melalui dialog, refleksi, dan kolaborasi tanpa henti.

“Budaya diskusi tidak bisa dipisahkan dari budaya akademik. Karena mahasiswa tidak cukup hanya belajar di kelas-kelas secara forman,” imbuhnya.

Penulis: Tika

Editor: Hokiyanto

Pos terkait