Kepala Diskop UKM dan Perindag Sumenep:Jumlah UKM Hampir 300 Ribu

AREANEWS.ID, SUMENEP – Jumlah para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur cukup banyak. Angkanya mencapai sekitar 30 persen lebih. Mereka terdiri dari sektor perdagangan, kuliner, industri dan sebagainya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, mengungkapkan, sumbangsih luar biasa dari UMKM yang tentunya bisa menopang 3 sampai 4 persen sektor ekonomi di kabupaten dengan jumlah penduduk 1,14 juta jiwa.

Bacaan Lainnya

“Dengan jumlah UKM yang hampir 300 ribu, yakni 298 ribu lebih, banyak potensi secara riil yang terus kita dorong khususnya di tahun-tahun terakhir ini,” kata Moh. Ramli, pada Sabtu 01 Nopember 2025.

Mantan Kepada Dinas Sosial lebih lanjut menjelaskan, beberapa UKM yang paling tampak saat ini, di antaranya aglomerasi pabrik hasil tembakau. UKM tersebut bisa merekrut minimal 220 orang tenaga kerja dan beberapa upaya riil yang sudah dilakukan.

“Jika ditotal sekitar 300 ribuan UKM, artinya sekitar 30 persen dari penduduk Kabupaten Sumenep 1,1 juta jiwa lebih, jika dipersentasekan dari sisi tenaga kerja sudah mendekati 50 persen,” terangnya.

Upaya lainnya juga termasuk bagaimana bisa meyakinkan pasar dengan legalitas perizinannya. Bahkan, Pemkab Sumenep sudah membuka warung pelayanan, namanya Halal Hub untuk fasilitasi pendampingan yang juga dibantu biaya untuk pengurusan legalitas perizinannya termasuk sertifikat halal, izin merk dan sebagainya.

Termasuk di bidang promosi difasilitasi, pameran, misi dagang dan fasilitas-fasilitas lain yang mengarah kepada penggunaan teknologi berbasis IT. Dipastikan kehadiran serta peluang membuka usaha bagi pelaku ekonomi untuk mendapatkan upaya konkrit.

“Ini membuktikan pemerintah hadir untuk memberikan berbagai fasilitas dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakatnya,” tandasnya.

Sementara sejumlah potensi UKM yang sudah mendapatkan atensi, di antaranya keris, ukiran dan batik. Sebagian UKM go internasional, seperti sayur kelor, kacang mete, serta bawang dari Kecamatan Rubaru yang memiliki sertifikat khusus yang secara giografis memiliki khas daerah.

Penulis: Qatrunnada
Editor: R. Hidayat

Pos terkait