Komitmen Tolak Reklamasi, Warga Gersik Putih Kembali Usir Ekskavator

AREANEWS.ID, SUMENEP – Masyarakat Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur yang tergabung dalam GEMA AKSI menyatakan sikap tegas menolak rencana reklamasi pesisir pantai atau laut.

Penolakan tersebut diwujudkan melalui aksi langsung di lapangan dengan menghadang alat berat (ekskavator) yang akan digunakan untuk penggarapan tambak garam di area pesisir, pada Minggu 5 April 2026.

Bacaan Lainnya

Aksi ini merupakan bentuk respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan. Pasalnya, selama ini masyarakat Tapakerbau menolak dilakukannya reklamasi.

Koordinator GEMA AKSI, Ahmad Sidik, menegaskan bahwa reklamasi menjadi ancaman serius bagi kehidupan warga pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari laut.

“Reklamasi ini adalah ancaman bagi kehidupan kami. Laut adalah sumber penghidupan masyarakat, dan kami tidak akan membiarkan reklamasi merusak ekosistem serta masa depan kami,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima AreaNews.id.

GEMA AKSI menilai, aktivitas reklamasi berpotensi merusak ekosistem laut, menghilangkan mata pencaharian nelayan, serta mengganggu keseimbangan lingkungan pesisir. Oleh karena itu, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera menghentikan seluruh rencana reklamasi di wilayah tersebut.

GEMA AKSI menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya, menghentikan seluruh aktivitas reklamasi di pesisir Desa Gersik Putih, mengembalikan fungsi laut sebagaimana mestinya sebagai ruang hidup masyarakat.
Termasuk pula melibatkan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan yang berkaitan dengan wilayah pesisir.

Diketahui, sebelumnya, warga telah beberapa kali menyampaikan aspirasi melalui aksi protes dan demonstrasi. Namun, hingga saat ini kegiatan reklamasi disebut masih terus berlangsung.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, aktivis lingkungan, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga kelestarian pesisir dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tukasnya.

Penulis: R. Hidayat
Editor: Qatrunnada

Pos terkait