AREANEWS.ID – Cuaca panas ekstrem terjadi terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Gelombang panas merupakan kondisi cuaca ekstrem di mana suhu meningkat tajam jauh di atas rata-rata normal. Di wilayah Indonesia sendiri, BMKG menyatakan bahwa fenomena suhu panas harian yang tinggi lebih dipengaruhi oleh siklus gerak semu matahari, kondisi cuaca cerah, serta minimnya tutupan awan pada musim kemarau, bukan gelombang panas klasik seperti di wilayah lintang menengah atau tinggi.
Tingginya suhu panas perlu diwaspadai para orang tua. Cuaca panas ekstrem dapat membuat anak lebih mudah mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan kesehatan yang lebih serius. Anak-anak juga cenderung lebih rentan terhadap panas karena tubuh mereka belum seefektif orang dewasa dalam mengatur suhu tubuh.
Karena itu, orang tua perlu memberikan perhatian ekstra ketika suhu udara meningkat. Berikut beberapa tips yang AreaNews.id rangkum dari berbagai sumber yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan anak saat cuaca panas ekstrem.
- Pastikan Anak Cukup Minum
Jangan menunggu sampai anak merasa haus untuk memberikan minum. Berikan air secara berkala, terutama ketika anak aktif bermain atau banyak berkeringat.
Untuk bayi, kebutuhan cairan perlu disesuaikan dengan usia dan pola pemberian ASI atau susu. Jangan memberikan air putih kepada bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif tanpa anjuran tenaga kesehatan.
- Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Saat suhu sangat tinggi, batasi aktivitas anak di luar ruangan, terutama pada waktu terpanas dalam sehari. Jika anak harus beraktivitas di luar, pilih waktu yang lebih sejuk dan pastikan anak beristirahat secara berkala di tempat teduh.
Aktivitas fisik yang terlalu berat dalam kondisi panas dapat meningkatkan risiko kelelahan akibat panas dan dehidrasi.
- Pilihkan Pakaian yang Nyaman
Kenakan pakaian yang ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat. Pilih bahan yang memungkinkan sirkulasi udara sehingga panas tubuh lebih mudah keluar.
Saat berada di luar ruangan, topi bertepi dapat membantu melindungi kepala dan wajah dari paparan langsung sinar matahari.
- Jaga Suhu Ruangan Tetap Nyaman
Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik. Gunakan kipas atau pendingin ruangan jika tersedia dan diperlukan.
Namun, jangan mengarahkan hembusan udara yang sangat dingin secara langsung ke tubuh anak dalam waktu lama. Yang terpenting adalah menjaga ruangan tetap nyaman dan tidak terlalu panas.
- Berikan Makanan yang Mengandung Banyak Cairan
Selain minuman, kebutuhan cairan juga dapat diperoleh dari makanan. Buah-buahan dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, melon, jeruk, dan pir, dapat menjadi pilihan camilan yang menyegarkan.
Tetap berikan makanan bergizi seimbang agar kebutuhan energi dan nutrisi anak tetap terpenuhi.
- Lindungi Kulit dari Paparan Matahari
Jika anak harus berada di luar ruangan, lindungi kulitnya dari paparan sinar matahari berlebihan. Gunakan pakaian pelindung dan tabir surya yang sesuai usia, serta ulangi pemakaian sesuai petunjuk produk.
Sebisa mungkin, manfaatkan tempat yang teduh dan hindari paparan matahari langsung terlalu lama.
Tanda-Tanda Anak Kepanasan
Orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi anak. Beberapa tanda anak mengalami masalah akibat panas antara lain:
- Haus berlebihan.
- Berkeringat banyak atau justru tidak berkeringat meskipun tubuh terasa sangat panas.
- Lemas atau sangat mengantuk.
- Pusing atau sakit kepala.
- Mual atau muntah.
- Kulit terasa panas dan kemerahan.
- Anak menjadi sangat rewel atau mengalami perubahan perilaku.
- Buang air kecil menjadi jauh lebih sedikit atau urine berwarna lebih gelap.
Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera pindahkan anak ke tempat yang lebih sejuk, longgarkan pakaian, dan berikan cairan jika anak masih sadar serta mampu minum.






