Rektor UIN KHAS Jember: Jalur SPNA Dirancang Sebagai Bentuk Afirmasi

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Hefni saat memantau seleksi SPNA. Foto: Humas UIN KHAS Jember/AreaNews.id

AREANEWS.ID, JEMBER – Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Jawa Timur tidak hanya membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2025/2026 dijalur SPAN, UM PTKIN dan UM Mandiri. Tetapi juga jalur Seleksi Prestasi Non Akademik (SPNA). Jalur SPNA digelar pada Rabu, 9 Juli 2025.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM mengatakan, SPNA merupakan afirmasi khusus bagi calon mahasiswa yang memiliki keunggulan di luar ranah akademik. Misalnya, Tahfidzul qur’an atau bidang olahraga.

Bacaan Lainnya

“Jalur SPNA ini kami rancang sebagai bentuk afirmasi bagi mereka yang memiliki prestasi di bidang seni, olahraga, maupun tahfidzul Qur’an. Ini bukan jalur umum, melainkan jalur khusus yang akan menghasilkan kader unggulan di bidangnya masing-masing,” kata Prof. Hepni.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep lebih lanjut menjelaskan, mahasiswa yang lolos seleksi SPNA akan mendapatkan pembinaan intensif dan diarahkan menjadi delegasi kampus pada berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Mereka akan kami petakan dan bina secara khusus. Harapannya, mereka bisa tampil di event-event besar seperti PESONA, OASE, hingga PORSI JAWARA sebagai representasi UIN KHAS Jember,” terang Hefni.

Dalam seleksi SPNA berbeda dengan jalur umum, mereka tidak dilakukan tes tulis. Mereka mengikuti seleksi metode wawancara guna memverifikasi dokumen dan portofolio yang telah diunggah sebelumnya oleh para peserta saat pendaftaran.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Akademik, Yulianto, S.E., menjelaskan, peserta wajib menunjukkan bukti otentik dari prestasi yang diklaim, seperti sertifikat, piagam, atau syahadah tahfidz. Proses wawancara juga mencakup pembuktian langsung kemampuan, seperti hafalan Qur’an atau praktik seni dan olahraga.

“Wawancara ini untuk memastikan keabsahan data. Misalnya, jika ada peserta mengaku hafidz, maka diuji langsung kemampuan hafalannya. Sama halnya untuk bidang seni atau olahraga,” jelas Yulianto.

Jumlah peserta SPNA tahun ini tercatat sebanyak 49 orang yang dibagi ke dalam lima ruang ujian. Proses seleksi melibatkan tim penguji dari unsur Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama di setiap fakultas.

“Karena jika mereka diterima melalui jalur ini, mereka langsung dibina oleh Wakil Dekan III sesuai fakultas masing-masing,” tambahnya.

Penulis: Tika

Editor: R. Hidayat

Pos terkait