AREANEWS.ID, SUMENEP – Pada tahun 2025, sektor kesehatan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mencapai ratusan juta rupiah. Capaian ini mendapat apresiasi legislatif.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), total PAD Sumenep 2025 mencapai Rp382,79 miliar dengan kontribusi tersebar dari retrebusi kesehatan, yakni dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar dan juga Dinas Kesehatan, Pengembalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB)Sumenep.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari menyambut positif capaian PAD. Hal itu sebagai bukti bahwa pendapatan kesehatan khusus di sektor kesehatan berjalan maksimal. Hanya saja, politisi PPP tetap mengingatkan tentang tugas pokok kesehatan, yakni memberikan pelayanan yang baik dan profesional.
“Ini menunjukan sektor kesehatan mampu berkontribusi pada PAD, tetapi yang terpenting pelayanan pada masyarakat harus tetap menjadi prioritas. Jangan sampai tujuan utama diabaikan,” kata Juhari pada Selasa, 24 Februari 2026.
Pihaknya mendorong agar capaian tersebut dapat bertahan dan ditingkatkan dengan tetap mengedepankan mutu layanan. Layanan yang maksimal diyakini akan memberikan kenyamanan terhadap pasien dan keluarganya.
“Tahun depan kalau bisa harus ada peningkatan. Termasuk dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga yang merawatnya,” harapnya.
Diketahui, PAD dari sektor kesehatan yang berasal dari RSUD dr. H. Moh. Anwar pada 2025 lalu naik 100 persen. Sehingga, pada 2026 pihak management menarget PAD dari rumah sakit plat merah mampu mencapai Rp.116 miliar.
Penulis: R. Hidayat
Editor: Hokiyanto






