37 Mahasiswa Mengikuti Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama, Warek III UIN KHAS: Mahasiswa Adalah Agent Of Social Change

AREANEWS.ID, JEMBER – UIN KHAS Jember, Jawa Timur dengan Pusbangkom MKMB mengadakan Pelatihan Penguatan Moderasi Beragama bagi Mahasiswa Tahun 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Hotel Bintang Mulia Jember melalui kerja sama

Terdapat 37 mahasiswa UIN KHAS Jember mengikuti pelatihan intensif tersebut untuk memperkuat kapasitas sebagai agen perubahan sosial, pelopor perdamaian, sekaligus penggerak moderasi beragama di tengah derasnya arus informasi digital.

Bacaan Lainnya

Pelatihan tersebut dirancang selama 30 jam pelajaran dengan pendekatan partisipatif. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual tentang moderasi beragama, tetapi juga diajak membaca persoalan sosial, berdialog, membangun perspektif, hingga menyusun desain usulan penguatan moderasi beragama.

Wakil Rektor III UIN KHAS Jember, Dr. Khoirul Faizin, M.Ag., mengatakan mahasiswa berada pada fase penting dalam pembentukan identitas, cara pandang, dan sikap sosial. Karena itu, mahasiswa perlu dipersiapkan bukan sekadar sebagai penerima pengetahuan, tetapi sebagai bagian dari proses perubahan sosial.

“Mahasiswa adalah agent of social change. Diharapkan ke depan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perubahan sosial,” katanya pada  Senin 26 Oktober 2026.

Menurutnya, penguatan moderasi beragama menjadi penting karena mahasiswa akan berhadapan dengan masyarakat yang plural. Kemampuan memahami perbedaan, membangun dialog, menjaga toleransi, dan mengembangkan sikap inklusif menjadi bekal penting ketika mahasiswa kelak terjun ke tengah masyarakat.

Ia juga menyoroti tantangan ruang digital yang membuat mahasiswa perlu memiliki kemampuan menyaring informasi. Arus informasi yang begitu cepat, termasuk hoaks dan narasi yang berpotensi memunculkan radikalisme serta ekstremisme, membutuhkan sikap kritis sebelum seseorang menerima atau menyebarkan sebuah informasi.

“Yang plural seperti ini, bagaimana kita berada di dalamnya dan bagaimana kita menyikapi perbedaan itu, itulah yang menjadi sangat penting,” katanya.

Pengawas Mutu Pusbangkom MKMB, Deden Wahyudin, S.Fil.I., M.Pd., menjelaskan pelatihan tersebut diarahkan tidak hanya pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku. Penjaminan mutu dilakukan melalui pengukuran aspek kognitif, afektif, serta kualitas dan inovasi desain usulan penguatan moderasi beragama.

“Target utama pelatihan ini adalah mentransformasi 37 peserta dari sekadar mendengar menjadi produsen gagasan moderasi beragama, agen literasi digital, dan pelopor perdamaian,” jelasnya.

Para peserta juga diarahkan untuk memahami dan mengimplementasikan empat indikator moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, serta akomodatif terhadap kebudayaan lokal. Kehadiran peserta selama seluruh rangkaian pelatihan menjadi bagian penting karena proses pembelajaran dirancang berlangsung secara utuh dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, M.Fil.I., mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang memperbanyak pengalaman. Menurutnya, pembelajaran mahasiswa tidak cukup berlangsung di dalam kelas, tetapi perlu diperkuat melalui keterlibatan dalam berbagai aktivitas kampus dan kehidupan sosial.

“Jangan hanya belajar di dalam kelas. Ikuti seluruh kegiatan yang ada di kampus. Ketika turun gunung, selesai menjadi sarjana, maka ketika terjun ke masyarakat, ilmunya sudah ada,” tukasnya.

Penulis: Tika

Editor: Hokiyanto

Pos terkait