Inovasi Dosen Universitas Annuqayah Dalam Memberdayakan Petani Siwalan

AREANEWS.ID, SUMENEP – Dua dosen Universitas Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep, Jawa Timur berinovasi. Ach. Kholish dari Program Studi Kimia, dan Ach. Haris Abdi Manaf dosen Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat di Desa Nyabakan Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan ini berlangsung sejak 5 Agustus 2024 hingga November 2024 didukung Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek.

Mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Petani Produsen Gula Siwalan melalui Diversifikasi Gula Siwalan Cair Berbasis Green Economy di Kabupaten Sumenep”, program ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan kelompok produsen gula siwalan lokal melalui inovasi produk gula siwalan cair.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat lokal dengan memperkenalkan teknik diversifikasi yang ramah lingkungan.

Haris, dosen yang terlibat dalam riset tersebut menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini guna memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok produsen gula siwalan. Pasalnya, Kecamatan Batang-batang sebagai salah satu sentral produksi gula Siwalan.

“Kami berharap, dengan pelatihan ini, para petani dapat menguasai keterampilan baru dalam mengolah gula siwalan cair. Sehingga produk yang dihasilkan lebih beragam dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar,” ungkap Alumnus IPB tersebut.

Sementara itu, Kholish mengungkapkan bahwa pemilihan Kecamatan Batang-Batang sebagai lokasi pemberdayaan bukanlah tanpa alasan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kecamatan Batang-Batang dan Kecamatan Dungkek merupakan daerah dengan kebun siwalan terluas di kabupaten dengan lambang Kuda Terbang.

“Potensi alam di wilayah ini sangat besar untuk pengembangan industri gula siwalan. Program ini sangat relevan bagi petani di sini agar mereka dapat memaksimalkan potensi tersebut dengan inovasi baru,” katanya.

Lebih lanjut Kaprodi KIMIA Universitas Annuqayah berharap bahwa inovasi ini tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan para petani, tetapi juga bisa memberikan dampak jangka panjang dalam peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya produk baru, gula siwalan cair, para petani dapat menembus pasar yang lebih luas. Ini tentunya akan berdampak positif pada kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Kegiatan pemberdayaan ini menjadi contoh nyata sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lokal melalui pendekatan green economy.

Selama tiga bulan ke depan, tim dari Universitas Annuqayah akan terus mendampingi para petani dalam mengembangkan keterampilan baru mereka, memastikan agar inovasi yang diberikan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat setempat.

Penulis: R. Hidayat
Editor: Hokiyanto

Pos terkait