Staf Perpustkaan Ikuti In House Training, Prof. M. Khusna Amal:Perpustakaan Dituntut Menjadi Pusat Pengetahuan Yang Hidup

AREANEWS.ID, BATU – Segenap staf UPT Perpustakaan UIN KHAS Jember, Jawa Timur mengikuti In House Training Peningkatan Kinerja Staf Perpustakaan di Hotel Horison Batu. Training digelar selama tiga hari, yakni 10-12 Juli 2026.

In House Training Peningkatan Kinerja Staf Perpustakaan ini sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan akademik sekaligus menjawab tuntutan ekosistem pendidikan tinggi yang semakin digital.

Bacaan Lainnya

Kegiatan salah satunya membahas tentang pelayanan prima berbasis teknologi informasi, pemanfaatan e-resources, Integrated Library System (ILS), aplikasi Ebook Khastaka, hingga optimalisasi teknologi open source untuk mendukung penulisan karya ilmiah berkualitas.

Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yakni Pustakawan Madya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Faizuddin Harliansyah, M.IM., serta dosen Universitas Muhammadiyah Malang yang masuk jajaran 100 akademisi terbaik dunia, Dr. H. Sholahuddin Al Fatih, M.H.

Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa transformasi perpustakaan tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fasilitas atau penambahan koleksi, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“Perpustakaan hari ini dituntut menjadi pusat pengetahuan yang hidup, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan layanan informasi yang cepat dan mudah diakses. Karena itu, kualitas SDM menjadi faktor yang paling menentukan,” katanya saat membuka acara.

Menurutnya, perubahan lanskap pendidikan tinggi menuntut pustakawan tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola koleksi, tetapi menjadi mitra akademik yang aktif mendampingi dosen, mahasiswa, maupun peneliti dalam mengakses dan memanfaatkan sumber-sumber pengetahuan.

Prof. M. Khusna Amal menilai materi yang diberikan dalam pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan perpustakaan modern. Penguasaan teknologi informasi, pemanfaatan e-resources, hingga kemampuan memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung publikasi ilmiah menjadi kompetensi yang harus dimiliki pustakawan di era digital.

“Ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh peserta mampu menerjemahkannya menjadi perubahan nyata dalam budaya kerja, pelayanan, dan inovasi di perpustakaan,” tukasnya.

Penulis: Tika
Editor: Hokiyanto

Pos terkait