Harga Kelapa Melambung Tinggi, Hairul Anwar Sebut Faktor Minimnya Produksi

AREANEWS.ID, SUMENEP – Harga kelapa sejak Lebaran 2025 melambung tinggi hingga mencapai Rp 20.000 hinga Rp 25.000 per butir.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep mengatakan, mahalnya harga kelapa satu bulan terakhir ini diduga karena tidak seimbangnya antara hasil produksi kelapa tua dengan tingkat permintaan baik dalam maupun luat negeri.

Bacaan Lainnya

“Tingkat permintaan baik di luar negeri maupun industri dalam negeri tidak seimbang. sedangkan stoknya di petani minim,” kata Hairul Anwar pada Rabu, 23 April 2025.

Pria yang juga Anggota Komisi I DPRD Sumenep lebih lanjut menjelaskan, menipisnya produksi kelapa disebabkan karena petani cenderung memanen kelapa muda mengingat harganya selama ini jauh lebih tinggi dibanding kelapa tua.

Petani biasa menjualnya kepada pengepul untuk didistribusikan pada pelaku usaha minuman, seperti es degan. Disisi lain, minimnya produksi kelapa diduga karena perubahan iklim yang relatif lebih panas, sehingga berpengaruh juga pada tingginya permintaan terhadap kelapa muda.

Dari itu, pihaknya mengingatkan pemerintah untuk mendorong peningkatan produktifitas dan perluasan area tanam kelapa untuk meningkatkan pasokan dalam negeri. Meski langkah tersebut butuh waktu panjang karena masa tanam dan panen pohon kelapa butuh bertahun-tahun.

“Pemerintah perlu memprogramkan budi daya kelapa yang dikhususkan untuk dipanen muda guna memenuhi kebutuhan kelapa muda,” tukasnya.

Sementara itu, salah seorang pembudidaya kelapa di Kecamatan Gapura, Sawiya (54 tahun) mengaku senang harga kelapa mahal. Meskipun harga kelapa di tingkat petani tidak semahal di tingkat pedang atau pasar.

Di tingkat petani harga kelapa mencapai Rp 8.000 hingga Rp 20.000 per butir. Tetapi harga tersebut jauh dari harga sebelum-sebelumnya yang hanya kisaran Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per butir.

“Petani senang. Karena sebelumnya harga kelapa tidak pernah semahal sekarang,” katanya.

Dia berharap harga kelapa terus bertahan diharga Rp 10.00 per butir. Supaya seimbang dengan harga pupuk yang setiap tahun terus naik. “Kami harap harga kelapa tetap mahal. Supaya kesejahteraan petani terjamin. Apalagi harga pupuk mahal,” harapnya.

Penulis: Hokiyanto
Editor. Qatrunnada

Pos terkait