AREANEWS.ID, SUMENEP – Sejak awal 2026, sejumlah desa mulai dibangun Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pembangunan ini perlu diimbangi perencanaan usaha yang matang sebelum koperasi mulai beroperasi. Hal ini penting untuk memaksimalkan dampak ekonomi yang akan dirasakan masyarakat.
Demikian disampaikan anggota Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Juhari. Pasalnya, keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada pembangunan sarana fisik, tetapi juga pada kesiapan konsep bisnis yang jelas dan terarah.
“Pengurus koperasi harus memiliki rencana usaha sejak awal. Jangan sampai bangunan sudah berdiri, tetapi kegiatan usahanya belum siap dijalankan,” katanya pada Rabu 15 April 2026.
Lebih lanjut politisi PPP menjelaskan, perencanaan usaha yang matang menjadi kunci agar koperasi dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Hal tersebut mencakup penentuan jenis usaha, strategi pemasaran, hingga pengelolaan keuangan yang profesional.
Dia tidak yakin apabila KDMP tidak memiliki kesiapan yang matang, koperasi bisa berkembang dengan baik dan sesuai dengan cita-cita pemerintah pusat untuk membantu perekonomian masyarakat dari tingkat desa. Tetapi justru sebaliknya, KDMP hanya akan menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang telah lebih dulu beroperasi.
“Koperasi ini didukung anggaran negara. Sehingga pengelolaannya harus bijak. Jangan sampai kehadirannya mematikan usaha kecil yang sudah ada,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara koperasi dengan pelaku usaha lokal. Agar keberadaannya mampu memperkuat ekosistem ekonomi desa, bukan menjadi pesaing yang merugikan usaha yang lebih awal berdiri.
Selain itu, pengurus koperasi juga diharapkan mampu memahami potensi lokal yang ada di masing-masing desa, sehingga usaha yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.
“Dengan perencanaan yang tepat serta pengelolaan yang profesional, Koperasi Desa Merah Putih dapat berperan sebagai penggerak utama ekonomi desa. Ini nantinya diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjadi pilar ekonomi desa ke depan,” tukas Juhari.
Penulis: Hokiyanto
Editor:Qatrunnada






