Okupansi Hotel Menurun, Kepala BPS Jember: Belum Layak Disebut Kota Wisata

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno. Foto: dwisugestimega/Areanews.id

AREANEWS.ID, JEMBER– Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Mei 2023 lalu mengalami penurunan.

Hanya 35,49 persen dengan rata-rata lama menginap tamu (RLMT) 1,16 persen. Setiap 100 kamar yang tersedia, hanya 35 kamar yang terisi dengan lama menginap sekitar satu hari.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Tri Erwandi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penurunan angka ini terjadi karena sejauh ini Jember sendiri belum layak disebut sebagai kota wisata.

“Meskipun banyak potensi yang bisa dikembangkan, tapi Jember ini belum layak disebut sebagai kota wisata. Untuk iru diperlukan sinergi dengan pihak lain seperti dinas pariwisata,” katanya saat ditemui AreaNews.id pada Selasa, 04 Juli 2023.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember, Teguh Suprayitno mengatakan, selama ini pihaknya masih mengandalkan event-event berskala besar dalam meningkatkan okupansi hunian hotel.

“PHRI setiap tahun siap menerima tamu, cuman biasanya tamu-tamu yang menginap itu warga Jember sendiri, jadi jangka waktunya tidak lebih dari satu hari,” katanya

Teguh berharap, event-event ke depan ditingkatkan ke jenjang Nasional atau bahkan Internasional.

Terkait ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, pihaknya berharap akan menjadi titik balik atau mampu mendongkrak okupansi hunian hotel.

Penulis: Dwi Sugesti Mega
Editor: Hokiyanto

Pos terkait