Mahasiswa Santri Tetap Produktif di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 benar-benar membawa dampak yang sangat luas terhadap semua sendi kehidupan. Dunia Pendidikan pun tak terlepas dari imbasnya. Gedung sekolah, kampus, pesantren dan Lembaga Pendidikannya hampir setiap hari sunyi dari aktivitas pembelajaran. Hanya sesekali ada yang datang untuk piket. Para pendidik datang dijadwal karena untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19.

Aktivitas banyak dilakukan secara online, baik pembelajaran maupun pertemuan-pertemuan lainnya.
Begitu juga dengan peringatan Hari Santri 2020 yang dilakukan secara virtual pada hari ini, 22 Oktober. Tema yang diusung pada peringatan Hari Santri 2020 adalah Santri Sehat Indonesia Kuat. Berbagai rangkaian kegiatan yang persiapkan Kementerian Agama pun selenggarakan dengan memperhatikan protokol kesehatan termasuk upacara puncak peringatan Hari Santri.

Di Indonesia, banyak mahasiswa yang menjadi santri dengan tinggal dan mengaji di pondok pesantren. Pesantren yang disebut-sebut bisa menjadi tempat penyebaran virus Covid-19 membuat pengasuh pesantren harus legawa untuk memulangkan santri-santrinya terlebih dahulu. Langkah ini perlu diambil demi kebaikan semua pihak.

Mahasiswa santri yang menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus santri otomatis juga hampir semua kembali ke rumah masing-masing. Meski berada di rumah, bukan berarti mahasiswa santri itu tidak memiliki kegiatan. Mahasiswa santri sebegai generasi penerus Bangsa yang intelek dan agamis mestinya justru memiliki semangat lebih tinggi untuk menjadi bagian dari agen perubahan (agent of change).

Momentum Hari Santri ini dapat dijadikan pengingat bahwa mahasiswa santri tetap harus menjalankan kewajiban-kewajibannya. Yaitu, mencari ilmu, berkarya dan berdakwah. Mahasiswa santri tetap rutin dan aktif mencari ilmu dengan berbagai metode yang ada. Perkuliahan dan pengajian secara online dengan kyai atau ustadz dan kuliah dengan dosen harus tetap diikuti. Pandemi Covid-19 diharapkan tidak menjadikan semangat mahasiswa santri surut.

Mahasiswa santri sebagai sosok-sosok yang kreatif supaya terus bisa menghasilkan karya selama pandemi. Kecanggihan teknologi pada era digital ini mestinya dapat dimanfaatkan mahasiswa santri untuk menghasilkan ide-ide kreatif untuk karya-karya terbaik. Misalnya membuat karya-karya dalam bentuk tulisan, foto dan video yang kemudian diupload di media online seperti youtube, instagram, facebook dan sebagainya.

Tugas lain yang tak kalah pentingnya bagi mahasiswa santri adalah berdakwah. Berdakwah tidak harus dalam bentuk retorika di atas mimbar. Di sini, mahasiswa santri dapat berdakwah dengan apapun yang bisa dilakukan. Ajakan-ajakan untuk menjaga kebersihan, tetap beribadah dan perbuatan baik lainnya juga termasuk ke dalam dakwah.

Mahasiswa santri dapat membuat konten berupa motivasi kepada masyarakat untuk tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meyakini bahwa setelah kesulitan ada kemudahan atau konten-konten motivasi lainnya.

Boleh lelah tapi tak ada kata menyerah bagi mahasiswa santri untuk terus mengamalkan apa yang dimilikinya. Terus semangat semoga lelahnya menjadi berkah dan pandemi Covid-19 segera berlalu.

(Mahasiswa Prodi PAI STAIMAS Wonogiri, Baruna Anjasmoro)

Pos terkait